Posted on

Seperti yang dilansir dari laman Alodokter, koma merupakan sebuah situasi parah hilangnya kesadaran seseorang. Orang yang terkena koma tidak akan memberikan respon apapun baik suara atau gerakan, bahkan jika orang itu dicubit tetap tidak akan sadar. Bedanya dengan pingsan, penderita koma biasanya mengalami penurunan kesadaran dalam jangka waktu yang panjang.

Gejala koma sendiri biasanya ditandai dengan penurunan kesadaran. Yang mana, orang tersebut tidak akan merespons pada lingkungan sekitar meskipun sudah diberi rangsangan seperti dicubit. Misalnya orang tersebut merespons, kemungkinan dia hanya mengerang kecil.

Ada beberapa penyebab koma. Namun, penyebab utama seseorang mengalami kondisi ini ialah adanya kerusakan pada salah satu bagian otak. Sedangkan beberapa kondisi yang memicu koma antara lain:

  1. Adanya cedera yang berat di kepala.
  2. Stroke.
  3. Kadar gula darah yang terlalu rendah atau terlalu tinggi.
  4. Overdosis NAPZA atau alkohol.
  5. Kekurangan oksigen. Bisa disebabkan karena tenggelam atau pun serangan jantung.
  6. Adanya ketidakseimbangan kadar garam dalam darah.
  7. Terjangkit tumor pada otak.
  8. Mengalami keracunan yang bisa disebabkan oleh karbon monoksida atau logam berat.
  9. Mengalami infeksi pada otak, seperti ensefalitis dan meningitis.
  10. Adanya kegagalan pada organ hati atau yang disebut dengan koma hepatikum.

Pada laman Klikdokter, disebutkan jika sebagian orang yang terkena koma tetap bisa sembuh total tanpa ada keluhan yang mengganggu. Namun, ada juga kasus dimana orang yang menderita koma berakhir dengan kematian dan untuk yang selamat tidak bisa melakukan rutinitasnya seperti sedia kala, bahkan untuk berkomunikasi atau sekadar mengedipkan mata pun mereka kesusahan.

Untuk penderita yang belum sepenuhnya sadar dan belum bisa memberikan respon seperti biasa pada lingkunganya disebut sedang mengalami fase vegetative state. Maksud dari fase vegetative state adalah, orang tersebut mengerti apa yang sedang terjadi pada sekitarnya, tetapi tidak bisa memberikan respons timbal balik.

Selain penyebab koma, rasanya tidak adil jika kita tidak mengetahui bagaimana sih seseorang bisa didiagnosa mengalami koma. Untuk kamu yang penasaran, yuk simak ulasannya.

Untuk mengetahui seberapa parah seseorang mengalami koma biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan kesadaran dengan teknik glasgow coma scale. Skala koma dapat diketahui dari respons yang diberikan penderita seperti respons mata, suara atas stimulasi, dan gerakan tubuh. Pada metode ini, skala tertinggi berada pada nomor 15 sedangkan terendah pada nomor 3. Jika hasil pemeriksaannya semakin mendekati angka tiga, berarti koma yang diderita semakin parah dan harapan untuk sembuh juga semakin kecil.

Untuk mengetahui tanda seseorang dalam kondisi koma diantaranya:

  1. Mata tertutup.
  2. Tidak ada respons dari pupil mata terhadap cahaya.
  3. Tubuh tidak memberi respons. Baik kaki dan tangan terhadap stimulus nyeri.
  4. Napas yang tidak teratur.

Untuk mencegah koma itu sendiri, seseorang hanya perlu mengatur gaya hidup yang lebih sehatĀ  misalkan, orang tersebut menderita diabetes maka orang tersebut harus bisa mengatur kadar gula darahnya dengan baik. Atau jika orang tersebut mempunya sebuah infeksi, maka infeksi itu harus ditangani hingga tuntas.

Nah, untuk teman-teman yang sudah tahu penyebab koma dan apa saja ciri-ciri orang yang terkena koma segera lakukan pertolongan pertama yaitu bawa ke rumah sakit biar yang ahlinya bisa menangani pasien sebelum terlambat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *