Posted on

Karakter manusia tidak selalu lurus, sesuai dengan aturan yang berlaku, hal ini dikarenakan banyaknya perubahan di suatu tempat, perubahan waktu atau kepentingan lain sehingga dapat merubah tatanan kehidupan, oleh karena itu manusia sebagai makhluk yang sering lupa, penting untuk memiliki orang-orang yang mengingatnya, atau dari keluarga, baik suami, istri, anak atau orang lain dengan cara yang sopan dan bijaksana, sampai mereka mencapai orang yang dituju, hal ini pernah diajarkan di sekolah dasar, ini ajaran sekaligus kemukjizatan alquran dan sunnah.

Di dalam Alquran banyak perumpamaan dan cerita yang sangat menginspirasi sebagai pedoman atau hikmah bagi manusia, terutama dalam menghadapi perubahan jaman yang selalu berubah dengan cepat.

Salah satunya adalah kisah hubungan anak dengan orang tua yang berbeda keyakinan. Artinya, seperti Nabi Ibrahim dan orang tuanya yang berisi nasehat bijak anaknya, yang ditolak ayahnya bernama Azar sebagai penyembah berhala yang telah membuatnya sendiri.

Nabi Ibrahim mengajak ayahnya, Azar, untuk mengikuti kebenaran ajarannya sesuai dengan logika manusia dan dengan cara yang santun, tanpa hinaan. Dalam Tafsir Thobari disebutkan bahwa Nabi Ibrahim menasehati orang tuanya dengan dialektika hormat yang dia tunjukkan padanya, menanyakan mengapa, mengapa tuhan yang tidak mendengarkan kehendak Anda tidak dapat lagi membawa keuntungan atau kerugian, mengapa Anda mencintai

Singkatnya, Ibnu Kasir dalam Tafsirnya menjelaskan bahwa ayah Nabi Ibrahim tidak mau menerima nasehat anaknya, malah akan mengancam secara fisik dan mengusir Nabi Ibrahim, jika tidak mau menyembah berhala, dan tetap menghina. , dia mengutuk ‘ibadah. Mendengar perkataan orang tuanya, Nabi Ibrahim tidak marah, namun selalu menunjukkan perilaku santun kepada orang tuanya, selalu mendoakan agar orang tuanya selamat.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa seorang anak dapat menasihati orang tuanya dengan cara yang santun dan bijaksana jika tidak sesuai dengan ajaran Agama, karena pada prinsipnya ketaatan kepada orang tua adalah wajib, tetapi tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Agama. , atau karena ketidaktaatannya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka dalam hal ini seseorang tidak wajib mengikutinya.

Dalam kitab At Tanwir Syarah Al Jami ‘Al Shogir disebutkan bahwa tidak boleh mentaati pemimpin, orang tua atau orang lain dengan maksud tidak taat kepada Allah, karena ketaatan kepada Allah dengan ketidaktaatan harus diutamakan. Kami berharap dapat menasihati diri kami sendiri dan orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *